KEINDAHAN AIR TERJUN JARAN GOYANG DESA GUYANGAN KECAMATAN KRUCIL KABUPATEN PROBOLINGGO
KEINDAHAN
AIR TERJUN JARAN GOYANG DESA GUYANGAN KECAMATAN KRUCIL KABUPATEN PROBOLINGGO
Moch Maulana Ainul Yakin 230531100043
Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo
Madura (UTM)
e-mail: mochmaulana4231@gmail.com
ABSTRAK
Air terjun Jaran Goyang merupakan salah satu wisata air terjun yang terletak di Desa Guyangan,Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Provinsi Jawa Timur yang memiliki tempat bersejarah diantaranya Situs Batu Pertapaan, dalam terjemahan masyarakat setempat adalah batu pertapa atau batu semedi. Adapula Sendang Biru merupakan objek wisata alam di desa Guyangan yaitu tempat berupa kubangan sungai nan unik, tercermin dari airnya yang berwarna kehijauan, tempat tersebut kemudian dinamakan “sendang biruh”, Sendang yang berarti kubangan air, Biruh dalam terjemahan madura adalah warna hijau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan data Kualitatif yang bersumber dari hasil studi literatur dari berbagai referensi yang berasal dari jurnal, tesis atau disertasi dan artikel terkait. Selain data atau sumber yang didapat sebagai media pendukung tetapi juga sebagai subyek atau sumber utama penelitian.
I.
PENDAHULUAN
Penduduk Desa Guyangan adalah masyarakat suku Jawa berbahasa madura.
Desa Guyangan memiliki
prospek pengembangan ekowisata
yang cukup potensial. Beberapa objek wisata yang ada meliputi wisata sejarah maupun
wisata alam yang elok bagi penikmat
pesona pemandangan dan lanskap alam yang atraktif. Di antara objek wisata yang
sudah dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat desa Guyangan
II. METODE
Tujuan penulisan ini yaitu untuk menjelaskan bagaimana teori perubahan objek wisata dan perubahan sosial ekonomi masyarakat sekitar objek wisata Air terjun Jaran Goyang. Metode yang dipakai dalam penulisan artikel ini yaitu metode deskriptif dengan menggunakan data Kualitatif yang bersumber dari hasil studi literatur dari berbagai referensi yang berasal dari jurnal, tesis atau disertasi dan artikel terkait. Selain data atau sumber yang didapat sebagai media pendukung tetapi juga sebagai subyek atau sumber utama penelitian.
III
PEMBAHASAN
Desa Guyangan merupakan
salah satu desa di kecamatan
Krucil kabupaten Probolinggo, dimana penduduknya adalah masyarakat suku Jawa berbahasa
madura. Desa Guyangan
memiliki prospek pengembangan ekowisata yang cukup potensial. Beberapa objek wisata yang ada meliputi
wisata sejarah maupun wisata alam yang elok bagi
penikmat pesona pemandangan dan lanskap alam yang atraktif. Di antara objek wisata yang
sudah dikembangkan dan dikelola oleh masyarakat desa Guyangan dapat ditunjukkan berikut ini.
3.1 Situs Batu Pertapaan Situs Batu Pertapaan, dalam terjemahan masyarakat
setempat adalah batu pertapa atau batu semedi. Dinamakan Batu Pertapaan karena
ditempat ini leluhur pertama desa Guyangan
singgah dan melakukan semedi dalam waktu yang lama. Konon orang tersebut bernama Bujuk Sila
atau Buyut Sila yang makamnya berjarak sekitar 3 km dari Situs ini. Menurut generasi
kesembilan dari leluhur
desa, Situs Batu Pertapaan untuk pertama kalinya disinggahi sekitar tahun 1880-an.
Yang menarik dari sejarah situs Batu Pertapaan ialah
kehadiran Bujuk Sila ke daerah ini hanya dengan berbekal “Bakiak” (sandal
terbuat dari kayu) dalam posisi tubuh semedi, leluhur desa
Guyangan ini berasal dari pulau Madura tepatnya daerah Bangkalan. Alkisah
ini tidak hanya diakui oleh keturunan leluhur ini
saja melainkan sejarah yang sama juga beredar di daerah Bangkalan Madura. Adapun dua
orang pertapa yang pernah singgah untuk melakukan semedi disana ialah Bujuk Sila dan
Raden Kusno.3.2 Sendang Biru
Sendang Biru merupakan
objek wisata alam di desa Guyangan yaitu tempat berupa kubangan sungai nan unik, tercermin
dari airnya yang berwarna kehijauan, tempat
tersebut kemudian dinamakan “sendang biruh”, Sendang yang berarti
kubangan air, Biruh dalam
terjemahan madura adalah warna hijau. Bukan hanya dilokasi objek wisatanya saja yang menarik minat pengunjung disana,
melainkan di sepanjang perjalanan, dikanan dan
kiri jalan akan bertemu dengan
hijaunya pepohonan, sungai yang membentang panjang yang memikat
pula untuk dikunjungi. Selain itu, citra penduduk lokal yang sangat unik dan ramah yang tercermin dari dialek
sehari-hari masyarakat Krucil. Sesampainya di
lokasi ini, wisatawan akan dimanjakan oleh keindahan sendang biruh mulai
dari berfoto hingga mandi menikmati
segarnya air yang berasal dari mata air pegunungan Argopuro yang
membentang luas dan panjang. Selain itu, sesekali wisatawan juga akan bertemu dengan satwa endemik yang ada di sana
mulai dari berbagai macam burung endemik Jawa, landak, trenggiling dan sebagainya.
3.3 Air TerjunJaran Goyang
Wisata alam lain yang ada di desa Guyangan
adalah Air Terjun Jaran Goyang, dan Air Terjun Dewi Rengganis. Wisata Air Terjun Jaran Goyang ini merupakan destinasi wisata yang paling
indah dan banyak dikunjungi oleh wisatawan. Selain
menyajikan air terjun yang sangat
indah, dalam perjalanan menuju Air Terjun Jaran
Goyang juga memiliki pemandangan yang masih alami. Air Terjun Jaran Goyang merupakan
objek yang telah
diketahui penduduk lokal
sejak tahun 1760-an,
yang memiliki sejarah yang unik. Nama Jaran goyang atau dalam terjemahan
bahasa Madura “Jeren Gujeng” bermakna
“Kuda” yang berontak ketika hendak dimandikan di sekitar air terjun. Konon, Kuda ini merupakan
kepemilikan dari nyonya Belanda yang bernama Ratu Balgina, dimana ratu Belanda tersebut
sering mandi di air terjun ini. Selain cerita sejarahnya yang menarik, keunikan Air
Terjun Jaran Goyang akan kita dapatkan ketika
berkunjung dan menikmati udara yang
sejuk dan air dingin nan dapat menyegarkan tubuh, selain itu ditempat yang sama
terdapat pula air terjun dari sumber mata air yang berbeda yang bernama Air Terjun Dewi Rengganis yang konon dipercaya
dapat menyembuhkan penyakit luar seperti penyakit kulit.
Wisatawan juga akan dihibur dengan
keunikan beranekaragam satwa endemik
yang hidup didalamnya, oleh karenanya wisata Air Terjun Jaran Goyang merupakan
salah satu objek wisata yang layak dikunjungi dan sayang untuk dilewatkan.
3.4 Taman Hidup
Di jalur
menuju objek air terjun Jaran Goyang dibangun kawasan taman hidup yang terdiri
atas tanaman buah-buahan yang terdiri dari tiga puluhan tanaman buah dan diharapkan
dapat terisi tanaman buah sebanyak Sembilan puluh Sembilan varian. Selain itu, ditanam berbagai tanaman sayur
hortikultura yang dapat diambil
oleh pengunjung dan
memasaknya. Keindahan taman ini disemarakkan oleh indahnya tanaman bunga yang berwarna warni serta lanskap
yang tersusun dengan pola terasiring. Taman ini juga dilengkapi
dengan sejumlah gazebo yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk duduk bercengkrama menikmati
pemandangan lingkungan yang indah serta menikmati minuman ringan. Di bagian bawah terdapat
hamparan lahan terbuka yang memungkinkan digunakan sebagai camping
ground bagi remaja untuk
kegiatan one tryp.
Di jalur
menuju objek air terjun Jaran Goyang dibangun kawasan taman hidup yang terdiri
atas tanaman buah-buahan yang terdiri dari tiga puluhan tanaman buah dan diharapkan
dapat terisi tanaman buah sebanyak Sembilan puluh Sembilan varian. Selain itu, ditanam berbagai tanaman sayur
hortikultura yang dapat diambil
oleh pengunjung dan
memasaknya. Keindahan taman ini disemarakkan oleh indahnya tanaman bunga yang berwarna warni serta lanskap
yang tersusun dengan pola terasiring. Taman ini juga dilengkapi
dengan sejumlah gazebo yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung untuk duduk bercengkrama menikmati
pemandangan lingkungan yang indah serta menikmati
Komentar
Posting Komentar